Pusaka Kujang

Pusaka Kujang Senjata Tradisional Jawa Barat

Pusaka KujangKujang Pusaka adalah adalah senjata tradisional unik dari jawa barat yang sudah ada pada masa kerajaan Sunda Galuh Padjajaran. Dulunya kujang adalah alat untuk bertani yang kemudian berkembang sebagai simbol dan alat yang sakral. Pusaka kujang merupakan andalan raja-raja besar kerajaan Galuh Padjajaran.

Pusaka kujang diposisikan sebagai perwujudan atau perwakilan sifat-sifat luhur Prabu Siliwangi yang pemberani, teguh, tegas, berbesar hati menghindari peperangan dan mengayomi rakyat. Sifat luhur inilah yang membuat Prabu Siliwangi menolak untuk menjadi raja jika rakyatnya menderita dan kelaparan, serta menolak peperangan yang dimana lawannya adalah anak cucunya sendiri yang telah masuk Islam dan memilih untuk moksa atau ngahyang yaitu lenyap sebelum akhirnya menjadi simbol kebanggaan masyarakat sunda yaitu Harimau Putih.

Harmonis

Pusaka kujang melambangkan kekuatan, keberanian untuk melindungi diri, kebenaran dan menyimbolkan ketajaman dalam kehidupan. Kata kujang sendiri berasal dari kata “Kudihyang” yang bearti kudi yang bearti kekuatan gaib dan Hyang bermakna dewa, dalam bahasa sunda kuno. Jadi, definisi pusaka kujang adalah pusaka dengan kekuatan gaib yang berasal dari para Dewa.

Pusaka kujang memiliki bagian-bagian dan karakteristik tersendiri. Bagian-bagian tersebut antara lain papatuk atau congo yaitu ujung kujang yang menyerupai panah, eluk atau silih bagian lekukan punggung, Tadah yaitu lekukan yang menonjol pada bagian perut dan bagian Mata atau lubang kecil yang tertutup oleh emas dan perak.

Pada masa kerajaan, orang yang ahli membuat kujang disebut Guru Teupa. Kujang bebahan kering, berpori, cenderung tipis dan mengandung unsur logam alam. Proses pembuatan kujang pun tidak sembarangan. Seorang Guru Teupa membuatnya berdasarkan aturan-aturan tertentu agar menjadi bentuk yang sempurna. Sebelum membuat Pusaka Kujang berdasarkan keadaan alam yang tidak biasanya terjadi atau waktu yang di anggap sakral, seperti kemunculan bintang dilangit atau Bintang Kerti. Dalam pembuatannya pun harus dengan berpuasa.

Pada masa dahulu, pusaka kujang tidak dapat dimiliki oleh orang-orang biasa. Kusang Pusaka hanya boleh dimiliki oleh orang tertentu seperti Raja dengan kujang yang bermata 9, mata 9 untuk Putra Mahkota, golongan Pangiwan, Golongan Panengan, mata 3 untuk Golongan Agama.

Bisa Anda lihat lebih rinci tentang pusaka kujang, atau berniat memilikinya, bisa anda kunjungi bagian Produk dan layanan Kami di “ Pusaka Kujang “.

317 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Incoming search terms:

  • maung wallpaper siliwangi
  • kujang siliwangi dan angkling darma
  • www kujang cina
  • Pusaka anglingdarma
  • Prabu siliwangi vs angling Dharma
  • poto angling darma
  • perbedaan batik surakarta dan jogjakarta
  • paranormal siliwangi
  • membuka rejeki yang tertutup menurut hindu
  • lihat barang pusaka di jawa barat
  • pusaka gaib yang ada di malaysia
  • pusaka ghaib kerajaan pajajaran menurut paranormal
  • wifiq bintang sulaiman
  • wallpaper kujang
  • qodam ayat kursi
  • pusaka yang ada dimalaysia
  • pusaka pesugihan
  • pusaka kujang untuk pengobatan
  • pusaka kujang pengasihan
  • pusaka kujang angling darma
  • pusaka kebanggaan sunda
  • kumpulan ilmu pelet pajajaran
  • kujang mata 9
  • kujang siliwangi angling darma
  • gambar kujang bintang 7
  • bisakah tuah pusaka pesugihan bukan di pakai pengusaha
  • Barang pusaka andalan prabu siliwangi dan keampuhannya
  • arti pusaka kujang mata3
  • arti kujang mata3
  • Apa kah prabu siliwangi kuturunan aling darma
  • amalan ayat alquran utk mendapatkan karomah kujang pusaka prabu siliwangi
  • aling darma
  • gambar pusaka kujang mata3
  • gambar senjata khas jawa barat kujang emas
  • gambar senjata pusaka andalan perabu angling darmo
  • kujang rajah mata tiga
  • kujang prabu siliwangi dan angling dharma
  • kujang mata3
  • Kujang aling darma
  • kisah kujang gaib
  • khodam kujang mata 7
  • kegunaan kujang berhodam
  • kaitan kujang siliwangi dan angling darma
  • adakah kujang di malaysia

Related posts:

Comments

comments